Tiga nama yang paling sering muncul saat mencari tool dashboard marketing: Looker Studio, Power BI, dan Tableau. Artikel ini membandingkan ketiganya secara objektif — khusus untuk bisnis marketing di Indonesia skala UKM hingga menengah.
...
Overview Singkat
Looker Studio | Power BI | Tableau | |
Developer | Google | Microsoft | Salesforce |
Model harga | Gratis | Freemium | Berbayar |
Paling cocok untuk | Google Workspace bisnis | Microsoft 365 ekosistem | Enterprise, tim data besar |
...
Looker Studio (Google Data Studio)
Harga: Gratis
Tidak ada biaya lisensi untuk pengguna standar. Tidak ada batas pengguna — share dashboard ke seluruh tim tanpa biaya tambahan per user.
Kelebihan: Terintegrasi sempurna dengan ekosistem Google (GA4, Google Ads, Sheets, BigQuery). Gratis tanpa batas pengguna. Collaborative real-time. Berbasis web, tidak perlu instalasi. Data tetap di akun Google Anda.
Kekurangan: Lebih terbatas untuk analitik yang sangat kompleks. Koneksi ke platform non-Google sering butuh workaround via Sheets.
...
Power BI (Microsoft)
Harga: Rp160.000–Rp800.000+/user/bulan
Power BI Desktop gratis tapi hanya Windows dan tidak bisa share. Power BI Pro: ~Rp160.000/user/bulan. Untuk tim marketing 5 orang: minimum Rp800.000/bulan.
Kelebihan: Sangat powerful untuk data modeling dengan DAX. Integrasi kuat dengan Microsoft 365. Visualisasi lebih beragam.
Kekurangan: Biaya langganan per user yang cepat naik. Learning curve tinggi. Kurang optimal di lingkungan non-Microsoft. Desktop app hanya Windows.
...
Tableau
Harga: Rp240.000–Rp1.200.000+/user/bulan
Tableau Creator (untuk build dashboard): Rp1.200.000/user/bulan. Tableau Viewer (hanya lihat): Rp240.000/user/bulan. Untuk tim 5 orang: minimum Rp2.160.000/bulan.
Kelebihan: Visualisasi terbaik di industri. Performa tinggi untuk dataset besar. Drag-and-drop interface yang intuitif.
Kekurangan: Paling mahal. Overkill untuk kebutuhan marketing dashboard standar. Butuh dedicated person untuk maintain. Tidak worth it untuk UKM.
...
Integrasi dengan Platform Marketing Indonesia
Platform | Looker Studio | Power BI | Tableau |
Google Ads | Native ✓ | Connector | Connector |
Meta Ads | Via Sheets | Connector | Connector |
Shopee | Via Sheets/Script | Via Excel | Connector |
TikTok Ads | Via Sheets | Via Excel | Connector |
...
Kesimpulan: Mana yang Terbaik untuk Bisnis Marketing Anda?
Pilih Looker Studio jika: bisnis skala UKM hingga menengah, tidak punya tim data analyst dedicated, sudah pakai Google Workspace, jual di marketplace Indonesia, budget tidak besar untuk tool analytics.
Pilih Power BI jika: sudah investasi di ekosistem Microsoft 365, punya data analyst yang bisa belajar DAX, kebutuhan analitik lebih complex.
Pilih Tableau jika: skala enterprise dengan tim data besar, kebutuhan visualisasi sangat advanced, budget bukan pertimbangan utama.
...
Kenapa Mitrametrik Memilih Looker Studio
Mitrametrik secara sadar membangun semua custom dashboard menggunakan Looker Studio + Google Ecosystem — karena ini pilihan terbaik untuk target klien kami: bisnis marketing Indonesia skala UKM hingga menengah yang butuh dashboard powerful tanpa biaya enterprise.
Mau dibuatkan custom dashboard marketing?

